Orang yang tak melakukan aktivitas apapun hanyalah seorang pecundang dan pembual. Otak mereka terlalu sempit. Mereka tidak lebih dari seorang yang menghabiskan waktunya untuk berleha - leha dan tinggal bersama orang yang tertinggal dari peradaban. Karena mereka tidak menggunakan otaknya untuk berpikir kritis, maka dari itu otak mereka hanya dipergunakan untuk memikirkan hal - hal yang tidak penting (ngalor ndigul tidak jelas) sebuah pemikiran khayalan yang menjurus ke hal negatif. Bilamana itu sebuah hayalan hidup makmur di masa depan, itu hanya tetap bersifat fiktif karena orang seperti itu tetap tak melakukan apapun.
Waktu sengang tanpa aktivitas juga hanya akan membuat otak anda melantur tidak jelas. Menyelami masa lampau yang sulit dan menyeramkan, hal itu dapat membuat sesak dada dan diri Anda tenggelam dalam kubangan lumpur hisap masa lalu. Itu membuat Anda merasa sangat kacau dan sedih berkelanjutan. Pikiran juga akan membayangkan masa sekarang yang tak terjadi di dunia nyata, semua itu hanya akan membuat Anda semakin malas untuk beraktivitas karena hanya dengan mengkhayal, sudah bisa merasa lebih baik untuk mengatasi hidup yang pelik. Padahal, sesungguhnya, itu semua hanyalah tipu daya setan agar manusia malas beraktivitas dan berpikir positif. Kemudian pikiran Anda juga akan berkelana ke masa depan, masa dimana itu belum terjadi dan Anda merasa yakin bila itu semua akan terwujud di masa depan. Tapi sekali lagi, Anda tak melakukan aktivitas apapun.
Mari kita beraktivitas yang mendatangkan manfaat positif bagi diri kita. Sebuah aktivitas yang dapat memberikan dampak luar biasa baik bagi agama dan kehidupan kita. Bahkan kita bisa menjadi pribadi produktif yang bisa mendatangkan banyak rezeki dalam hidup kita. Bila kita malas, tak melakukan aktivitas apapun, maka rezeki juga tak akan datang menghampiri hidup kita. Hidup kita akan begini - begini saja, tanpa perubahan apapun. Maka dari itu, sekali lagi kita harus memaksa diri untuk beraktivitas agar otak kita tidak mati, bila otak kita sudah mati, maka hidup kita akan jalan di tempat dan kita tetap berada di zona tertinggal yang berada di pinggiran, tak terjamah, bahkan tak terlihat. Artinya, kita tak akan dianggap ada, meski kita ada dan masih bernapas.
Para pakar mengatakan bahwa lima puluh persen kebahagiaan hilang karena tidak pandai menggunakan waktu. Coba lihat para pengamen, tukang batu, penjual sayur dan tukang parkir. Mereka bisa bersenandung ria meski pekerjaan mereka berat dan penghasilan mereka sering diremehkan dan status sosial mereka selalu direndahkan. Tapi mereka bisa hidup dengan riang karena mereka beraktivitas, tidak seperti Anda yang hanya duduk santai tanpa melakukan aktivitas apapun dan air mata turun dari pelupuk mata Anda karena meratapi hidup Anda yang itu - itu saja.
Bangkit dan beraktivitaslah, jangan malas sambil minum kopi dan bermain gawai. Bermain gawai tanpa manfaat dan hanya berselancar di akun gosip, bermain gim dan bertukar pesan dengan kawan yang sebenarnya isi dari pesan itu hanya bersifat negatif. Percuma Anda bernapas bila malas tanpa aktivitas.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang bermalas - malasan tanpa aktivitas. Tapi Anda harus ingat, lakukan aktivitas yang positif bukan aktivitas negatif. []
By : Vira Zidnyta Ilma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar