Jumat, 08 Januari 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional


Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak serta menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari;


1. Membuang sampah pada tempatnya


Banyak dari sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Mulai di sungai, tepi jalan, sawah, halaman rumah orang lain, jalan raya, jalan tol, gorong-gorong, laut, danau dan pekarangan kosong milik orang lain. Tentu saja prilaku ini tidak terpuji dan dapat menimbulkan bencana yang merugikan banyak orang serta lingkungan sekitar, termasuk habitat hewan. 


2. Menghemat Penggunaan Air


Banyak sebagian dari kita yang masih melakukan mubazir air karena menganggap air yang mengalir masih melimpah ruah. Padahal, bumi sudah mengalami pemanasan global yang cukup ekstrem dan sudah banyak wilayah yang mengalami kekeringan. Untuk itu, kita harus menghemat penggunaan air demi keseimbangan lingkungan. 


3. Mengurangi Konsumsi Air Dalam Kemasan


Air minum dalam kemasan meninggalkan banyak sampah plastik dan plastik adalah bahan yang lama untuk terurai. Banyak sampah plastik yang mencemari laut dan sungai karena itu banyak ikan yang mati karena habitat mereka terancam. Pembakaran limbah plastik juga dapat membuat polusi udara. Lebih baik membawa air minum sendiri dari rumah dengan menggunakan tumbler ramah lingkungan. 


4. Melakukan Penanaman Pohon


Memiliki tanah kosong yang cukup luas, kita dapat melakukan penanaman pohon untuk membantu keseimbangan lingkungan serta memberi kesan rindang. Menanam satu pohon sama dengan menaman satu kebaikan yang abadi selagi pohon tersebut tetap tumbuh dan tidak ditebang. Dengan menamam pohon kita sudah banyak membantu kehidupan di bumi karena pohon mempunyai banyak manfaat. 


Kita juga bisa ikut berpartisipasi untuk melakukan penanaman pohon bakau untuk menjaga keseimbangan habitat yang ada di tepi pantai. Bila kita tidak punya cukup waktu untuk melakukan penanaman pohon, kita bisa ikut berpartisipasi dengan mengirim donasi pohon. Kecanggihan teknologi membuat hidup semakin mudah, jika kita sadar akan pengaruh baik yang teknologi hadirkan. 


Dalam Al-quran surah Al-Qashash ayat 77 dijelaskan; "…. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan"


Kemudian surah Ar-Rum ayat 41 dijelaskan; “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.


Dan juga surah Al-Maidah ayat 64 dijelaskan; “Dan mereka berusaha menimbulkan kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”


Semoga kita menjadi manusia yang menebarkan kebaikan dengan cara menjaga keseimbangan lingkungan untuk menebus dosa kita yang menimbulkan polusi selama ini. Aamiin .... 




Vira Zidnyta Ilma






Kamis, 17 Oktober 2019

Sekolah Islam Terpadu: PILIHAN UTAMA

Tahun ajaran 2020-2021 masih 9 bulan lagi. Masih tahun depan. Namun orangtua sudah mulai panik, khususnya mereka yang memiliki anak usia masuk sekolah, 4, 6, 12 atau 15 tahun di tahun mendatang. Para orangtua mulai gelisah dan terburu-buru. Mereka berbondong-bondong mendatangi sekolah-sekolah swasta favorit, menggali informasi, bertukar gosip, dan saling membanggakan sekolah sasarannya.

Bagi keluarga SAMARA yang bervisi mewujudkan KELUARGA SURGA (QS 52:21) mereka tetap memperhatikan penjelasan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada riwayat berikut ini,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ.* فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَرَأَيْتَ لَوْ مَاتَ قَبْلَ ذلِكَ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *اللهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا عَامِلِيْنَ* مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka ibu bapaknya yang menjadikan agamanya yahudi atau nasrani atau majusi. Maka ada orang yang bertanya: Ya Rasulullah, apa pendapat engkau tentang orang yang meninggal sebelum itu? Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: Allah lebih mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan".
(Muttafaq 'alaih)

Hadits ini memerintahkan kepada setiap orang tua untuk bisa menjaga fitrah anaknya (keislaman) anaknya. Jangan sampai berubah menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Semoga Allah Ta'ala meneguhkan kita di atas agama ISLAM. Aaaaaamiiiiin.

Sementara Indonesia darurat Narkoba. Survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2017 menunjukkan bahwa terdapat lebih kurang 3.367.000 orang yang menggunakan narkoba. "Narkotika merupakan kejahatan yang dilakukan oleh sebuah sindikat dengan tujuan untuk menghancurkan bangsa Indonesia dengan cara yang konsepsional dan sistematis. Tindakan pembusukan untuk generasi muda." Tidak ada satu pun desa dan SMA di Indonesia yang bersih dari peredaran narkoba.
(https://www.liputan6.com)

Di sisi lain pergaulan bebas juga semakin marak di masyarakat Indonesia. Pergaulan bebas ini identik sekali dengan yang namanya “dugem” ( Dunia Gemerlap ), yang sudah menjadi rahasia umum bahwa didalamnya marak sekali pemakaian Narkoba, pesta miras dan identik sekali dengan sek bebas yang akhirnya berujung pada HIV /AIDS dan setelah terkena Virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi. Berikutnya persoalan bonus demograsi, pengangguran, dan konflik sosial antar kelompok pelajar atau remaja terus menantang kehidupan mereka.

Dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UURI tentang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003)

Ketika orang tua mencari dan memilihkan sekolah terbaik untuk anaknya, maka kembalikan lagi pada pengertian, fungsi dan tujuan utama pendidikan sebagai rujukan utama. Apakah sekolah yang akan kita pilih sebagai tempat belajar anak kita itu sistem pendidikan, kurikulum pendidikan dan pembelajarannya, serta pembiasaan karakter yang dikembangkan memenuhi kriteria berikut:
1. mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan;
2. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (misalnya dalam yang kecil dan sederhana: mandiri dan jujur dalam mengerjakan soal ujian, dll);
3. mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa;
4. mengembangkan kebiasaan kepada peserta didik secara tersistem, terstruktur, dan terukur agar taat beribadah, terbiasa membaca dan menghafalkan Al-Quran, birrul walidain (berbakti kepada orang tua), dan berakhlak mulia;
5. mengembangkan program agar peserta didik menjadi sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab;
6. mempunyai visi dan misi pendidikan yang bagus, budaya sekolah yang tersistem, dan pembinaan karakter guru terstandarisasi, yang pada gilirannya akan turut mempengaruhi pada pengembangan karakter anak;
7. mempunyai kurikulum yang terprogram secara rapi dalam mengembangkan kepemimpinan (leadership) dan kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai upaya persiapan lapangan kerja alternatif di masa depan.
Why ? Mengapa perlu menggunakan 7 kriteria di atas untuk menentukan pilihan lembaga pendidikan bagi anak kita ? Iyeeeessss, benar pendidikan bukan masalah bangunan gedung yang mentereng, megah dan mewah. Pendidikan itu masalah proses, masalah ikhtiar dalam sistem manajemen pendidikan yang diaktualisasikan dalam bentuk kurikulum, program pendidikan dan pembelajaran, serta keteladanan para pendidik atau gurunya. Maka, apabila 7 kriteria tersebut terpenuhi dengan amat sangat baik maka pilihlah 3 – 5 sekolah terbaik untuk didiskusikan dengan keluarga kemudian tentukan 1 sekolah pilihan yang dapat dijadikan mitra utama keluarga dalam pendidikan anak. Karena pilihan sekolah yang tepat akan menjadi bagian dari proses tindakan preventif dan antisipatif dalam membentengi anak dari masalah darurat narkoba maupun pergaulan bebas serta masalah sosial lainnya.
Sekolah Islam Terpadu hadir sebagai sebuah upaya “menghidupkan” kembali kejayaan lembaga pendidikan zaman keemasaan. Menjadikan nilai dan pesan robbaniy ke dalam kurikulum (dalam arti luas) adalah sebuah langkah cerdas dan benar. Dengan keterpaduan nilai imtaq dan iptek, kelak akhirnya Sekolah Islam Terpadu akan melahirkan anak-anak didik (generasi) yang memiliki kekuatan iman, ilmu dan amal yang akan membawa bangsa ini kepada peradaban yang gilang gemilang. Sekolah Islam Terpadu diharapkan akan mampu membina siswa “manusia” sejati, yakni manusia yang “abid” (sebagaimana fungsi penciptaan manusia QS: 51:56) yang berakidah shahihah (berakidah yang benar), ahli ibadah dan berakhlaq karimah juga menggembleng siswa agar siap menjalankan fungsi kekhalifahannya (sebagaimana misi penciptaan manusia QS 2:31) yang menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, berketeladanan sehingga mampu memimpin, mengelola dan memelihara sendi-sendi kehidupan dalam rangka menghadirkan keunggulan budaya Islam untuk kemaslahatan bagi kehidupan manusia di Indonesia dan dunia.

By : Ustad Toto Sunarsono Atho'illah

Keluarga Samara, keluarga syurga
SINERGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAN DI RUMAH

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah atau sering disebut keluarga samara. Apa dan bagaimana keluarga samara itu ? Dalam bahasa Arab, kata sakinah berarti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain. Ketentraman itu merupakan buah dari kebersamaan yang dibangun dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah serta dibina secara istiqomah. Insya Allah keluarga yang dibangun dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah akan mendapat ketenangan dan kedamaian.
Sedangkan mawaddah adalah jenis cinta membara, kasih sayang yang menggebu-gebu pada lawan jenis atas dasar iman. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang. Tentu saja rumah tangga tidak bisa hanya dibangun oelh cinta saja, tidak bisa kokoh hanya karena nafsu saja, melainkan harus dibarengi oleh komitmen untuk membangun kebersamaan.

Kita menikah dengan komitment bahwa pernikahan ini dibangun untuk selamanya, bukan hanya sesaat saja, tapi merupakan pernikahan yang pertama dan terakhir. Agar mahligai rumah tangga bisa terwujud dengan kokoh dan kuat, maka harus dibarengi oleh kasih sayang antara suami istri. Kasih sayang itu harus datang dari kedua belah pihak, suami dan istri. Kasih sayang inilah yang disebut dengan ROHMAH (wa-rohmah)
Wa-rahmah, diantara arti dari Rohmah itu adalah kasih sayang, karunia, anugrah. Rahmah ini merupakan satu diantara sifat Allah SWT yang senantiasa memberikan kasih dan sayang kepada hambanya. Dengan RAHMAH inilah kita berharap kehidupan rumah tangga selalu memancarkan kasih sayang dan kelembutan, kebersamaan, saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, berkorban untuk pasangan, merasa bangga akan apa yang ada pada pasangan masing-masing. Kasih sayang ke dua insan yang dipadukan dalam pernikahan akan lebih bertaut manakala pernikahan itu diawali oleh niat beribadah mencari keridloan Allah SWT serta dilandasi oleh keimanan kepadaNya.

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah (Samara) insya Allah akan terwujud manakala keluarga tersebut dibangun atas landasan iman (lihat QS 48: 4). Bahkan keluarga yang dibangun atas dasar iman inilah kelak, insya Allah akan menjadi keluarga syurga. Sebagaimana firman Allah:
{وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ }
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (QS 52:21).

Syarat keluarga samara yang akan menjadi keluarga syurga adalah keluarga yang jalinan cinta dan kasih sayangya itu dapat menyuburkan tumbuh kembangnya iman dan amal shalih anggota keluarga. Itu artinya bahwa dalam keluarga itu ada fungsi pendidikan sebagaimana keluarga Luqman yang diabadikan Allah dalam Al-Quran Surat Luqman ayat 12 – 19.

Pendidikan keluarga yang mengembangkan kompetensi dasar diantaranya adalah: a) terbiasa bersyukur atas apapun taqdir Allah kepadanya, b) tumbuhnya nilai-nilai tauhid, c) pembiasaan sikap dan perilaku birrul walidain (taat dan patuh kepada orang tua dalam kebajikan), d) penanaman sikap dan pembiasaan muraqabatullah (merasa selalu diawasi Allah), e) pembiasaan menegakkan shalat, mengajak kepada kebajikan dan meninggalkan maksiyat, f) penanaman sikap dan pembiasaan perilaku tawadhu’, rendah hati, sopan, dan santun.
Prinsip pendidikan keluarga tersebut dilaksanakan secara tersistem dan terukur dalam suasana kekeluargaan yang disiplin dan tegas menggunakan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai standar (QS 66:6, 2:185). Sementara Ayah sebagai kepala keluarga terus mengkondisikan anggota keluarganya terus belajar mencari ilmu kepada para alim ulama yang hanif dan istiqamah. Sedangkan Ibu dengan cinta da kasih sayangnya selalu menumbuhkan kebiasaan putra dan putrinya untuk mengerjakan kebajikan.
Keluarga ini bekerjasama secara sinergis dengan pihak sekolah dimana putra dan putrinya mencari ilmu dan mengembangkan kualitas diri di lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan yang dapat menjadi taman orang-orang shalih, baik di sekolah maupun di rumah.

Begitulah NURIS SMART SCHOOL
Unit SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG mengembangkan program parenting sebagai bentuk sinergi programmpendidikan di sekolah dan di rumah.
Semoga !

By : Ustad Toto Sunarsono Atho'illah

SHALIH DAN CERDAS

Kecerdasan majemuk yang harus dikembangkan pada diri anak di sekolah dan di rumah diantaranya adalah kecerdasan spiritual keagamaan. Kecerdasan ini merupakan basic dari semua jenis kecerdasan yang harus dimiliki para pemimpin masa depan. Agama yang menjadi pembimbing sukses hidup di dunia maupun pasca kehidupan dunia yang fana.

Kecerdasan emosional membuat anak menjadi stabil dan tenang menghadapi realitas dan dinamika kehidupan. Ramah, emphati, peduli terhadap situasi dan kondissi di seekitarnya. Kecerdasan adversitas dilatihkan dengan cara memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan kesulitan, masalah, tantangan mencapai target yang tinggi dll. Kesulitan yang menghadangnya membuat dia makin matang, makin dewasa, semakin bijak mengambil keputusan. Dengan berbagai macam latihan dan pembelajaran tersebut membuat peserta didik akan menjadi tangguh dan memiliki survival untuk menjawab realitas kehidupan.

Kecerdasan finansial dan kecerdasan kreativitas dikembangkan dengan berbagai pembelajaran strategi meningkatkan nilai tambah suatu barang atau jasa. Terus tumbuh dan berkembang, menjadi lebih baik dan terbaik. Berinovasi merupakan jalan keluar untuk mengembangkan diri dan organisasi. Mengembangkan ide, membuat terobosan, dan memberi solusi.
Kecerdasan komunikasi dan kecerdasan sosial dikembangkan dengan pembelajaran mengembangkan interaksi interpersonal. Mengkomunikasikan ide atau prakarsa terhadap suatu hal. Membangun jaringan dan berkolaborasi untuk menghadirkan sukses bersama. Kepribadiannya menjadi daya magnit yang menawan dalam mengembangkan komunikasi sosial.

Kecerdasan aksi dikembangkan melalui pembelajaran tranformasi ide, gagasan, prakarsa, pemikiran menjadi aktivitas riil yang dapat menghadirkan kemaslahatan baik bagi diri maupun sesama. Sedang kecerdasan intelektual dilatih melalui pembelajaran bagaimana membaca, mengelola, dan mengalisa data sehingga dengan menghasilkan kemaslahatan bagi diri dan sesamanya.
9 macam kecerdasan tersebut jika dikembangkan deengan optimal akan semakin memperkuat kecerdasan spitual keagamaan. Bahwa semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah tidak sia-sia. Robbanaa maa kholaqta hadza bathila subhanaka faqinaa adzabannar.

Itulah substansi pendidikan yang haqiqi, mengantarkan para pebelajar pada kesadaran akan esistensi diri dan penghambaannya kepada Allah. Semakin cerdas akan semakin shalih, semakin tawadhu' dan zuhud. Profit dan kekayaannya dijadikan kendaraan untuk menemui Robb-nya.
Wallahu'alam


By : Ustad Toto Sunarsono Atho'illah

Rabu, 25 September 2019

Hari Esok Atau Hari Ini?


Hari esok masih bersifat ghaib karena kita sebagai manusia tidak mempunyai kemampuan untuk melihat hari esok. Kita hanya bisa merencanakan tentang hari esok, melakukan hal yang akan kita lakukan namun itu semua belum tentu terjadi keesokan harinya. Maka dari itu kita harus lebih fokus dengan hari ini karena hari ini sedang kita jalani. Ibarat jal tol, kita masih melintas di kilometer empat puluh lima dan fokus dengan jalanan di depan, bukan memikirkan tentang hutan belantara yang belum kita lewati. Apalagi sampai berpikir tidak - tidak. Itu hanyalah pemikiran yang merugi karena saking fokusnya dengan pemikiran tentang hutan belantara, kita jadi lalai dengan kondisi jalan tol di kilometer yang kita lewati, itu dapat menyebabkan kecelakaan.

Maka dari itu, kita harus lebih fokus dengan hari ini karena bila kita dapat menjalani hari ini dengan baik, insyallah akan ada motivasi dari dalam diri agar hari esok jauh lebih baik. Orang yang selalu fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan dan lakukan akan memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang yang mengerjakan hal tersebut secara asal - asalan dan malas - malasan.

Hari esok tidak terlihat, tidak tercium, tidak berwarna dan tidak pula indah ataupun buruk. Karena hari esok belum tentu hadir, belum tentu esok masih ada. Lantas, kenapa kita masih memikirkan hari esok? Bukankah di paragraf sebelumnya saya sudah menyinggung agar kita tak terlalu menyibukkan diri dan pikiran untuk memikirkan suatu hal yang belum hadir.

Bilamana esok tidak hadir ataupun tidak sesuai dengan harapan, apa yang akan kita lakukan? Mungkin kita akan kecewa atau bahkan tak ada waktu untuk merasa kecewa karena napas telah berhenti.

Jika Anda terus berkhayal tentang hari esok dan fokus pada hari esok, maka hari ini Anda tak mendapat kebaikan apapun. Baik kebaikan rohani dan jasmani. Hanya akan merusak kinerja otak dan tubuh. Jangan sampai Anda terperdaya oleh bujuk rayu pendidikan syaitan. Karena syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. (Al-Baqarah : 268) 

Tinggalkan hari esok sampai ia datang menjemput Anda. Fokuslah pada hari ini. Jangan sampai napas kita terhenti percuma dan kita tidak melakukan ibadah apapun.



By : Virazidnyta

Selasa, 24 September 2019

Beraktivitaslah!

Orang yang tak melakukan aktivitas apapun hanyalah seorang pecundang dan pembual. Otak mereka terlalu sempit. Mereka tidak lebih dari seorang yang menghabiskan waktunya untuk berleha - leha dan tinggal bersama orang yang tertinggal dari peradaban. Karena mereka tidak menggunakan otaknya untuk berpikir kritis, maka dari itu otak mereka hanya dipergunakan untuk memikirkan hal - hal yang tidak penting (ngalor ndigul tidak jelas) sebuah pemikiran khayalan yang menjurus ke hal negatif. Bilamana itu sebuah hayalan hidup makmur di masa depan, itu hanya tetap bersifat fiktif karena orang seperti itu tetap tak melakukan apapun.

Waktu sengang tanpa aktivitas juga hanya akan membuat otak anda melantur tidak jelas. Menyelami masa lampau yang sulit dan menyeramkan, hal itu dapat membuat sesak dada dan diri Anda tenggelam dalam kubangan lumpur hisap masa lalu. Itu membuat Anda merasa sangat kacau dan sedih berkelanjutan. Pikiran juga akan membayangkan masa sekarang yang tak terjadi di dunia nyata, semua itu hanya akan membuat Anda semakin malas untuk beraktivitas karena hanya dengan mengkhayal, sudah bisa merasa lebih baik untuk mengatasi hidup yang pelik. Padahal, sesungguhnya, itu semua hanyalah tipu daya setan agar manusia malas beraktivitas dan berpikir positif. Kemudian pikiran Anda juga akan berkelana ke masa depan, masa dimana itu belum terjadi dan Anda merasa yakin bila itu semua akan terwujud di masa depan. Tapi sekali lagi, Anda tak melakukan aktivitas apapun.

Mari kita beraktivitas yang mendatangkan manfaat positif bagi diri kita. Sebuah aktivitas yang dapat memberikan dampak luar biasa baik bagi agama dan kehidupan kita. Bahkan kita bisa menjadi pribadi produktif yang bisa mendatangkan banyak rezeki dalam hidup kita. Bila kita malas, tak melakukan aktivitas apapun, maka rezeki juga tak akan datang menghampiri hidup kita. Hidup kita akan begini - begini saja, tanpa perubahan apapun. Maka dari itu, sekali lagi kita harus memaksa diri untuk beraktivitas agar otak kita tidak mati, bila otak kita sudah mati, maka hidup kita akan jalan di tempat dan kita tetap berada di zona tertinggal yang berada di pinggiran, tak terjamah, bahkan tak terlihat. Artinya, kita tak akan dianggap ada, meski kita ada dan masih bernapas.

Para pakar mengatakan bahwa lima puluh persen kebahagiaan hilang karena tidak pandai menggunakan waktu. Coba lihat para pengamen, tukang batu, penjual sayur dan tukang parkir. Mereka bisa bersenandung ria meski pekerjaan mereka berat dan penghasilan mereka sering diremehkan dan status sosial mereka selalu direndahkan. Tapi mereka bisa hidup dengan riang karena mereka beraktivitas, tidak seperti Anda yang hanya duduk santai tanpa melakukan aktivitas apapun dan air mata turun dari pelupuk mata Anda karena meratapi hidup Anda yang itu - itu saja.

Bangkit dan beraktivitaslah, jangan malas sambil minum kopi dan bermain gawai. Bermain gawai tanpa manfaat dan hanya berselancar di akun gosip, bermain gim dan bertukar pesan dengan kawan yang sebenarnya isi dari pesan itu hanya bersifat negatif. Percuma Anda bernapas bila malas tanpa aktivitas.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang bermalas - malasan tanpa aktivitas. Tapi Anda harus ingat, lakukan aktivitas yang positif bukan aktivitas negatif. []


By : Vira Zidnyta Ilma

Selasa, 03 September 2019

CARA MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIYAH


CARA MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIYAH

Matahari terbit dan tenggelam, waktu terus berlalu sampai matahari terbit dari ufuk barat. Tahun cepat berlalu dan kita sudah memasuki tahun 1441 Hijriyah, lantas sikap apa yang dapat kita lakukan untuk menyikapi tahun baru Hijriyah ini?
Biasanya bagi bseorang mukmin akan merenung ketika tahun baru tiba karena banyak hal dan kejadian yang telah di lalui dan akan di lalui. Entah itu melakukan dosa yang disengaja atau dosa yang tak disengaja dan berharap jika perbuatan baik yang selalu di lakukan. Namun manusia terkadang tak sadar dengan apa yang telah di perbuat.
Berikut ada beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika menyambut tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam.
1.      
      Thafakur Hisab (Intropeksi)

Kita harus melakukan intropeksi diri karena manusia jarang sekali melakukan intropeksi pada dirinya sendiri dan kebanyakan suka mengkoreksi hidup saudaranya (orang lain ). Dalam momen tahun baru, kita bisa intropeksi diri dengan cara bercermin, mencari tentang kesalahan dan langakah selanjutnya untuk hidup lebih baik lagi. Tak hanya di tahun baru saja kita melakukan intropeksi diri, melainkan setiap hari agar hidup kita tak sia-sia dan terlalu ikut campur urusan orang dan mengganggu orang itu. Lebih baik mengurus hidup diri sendiri.

2.     Thafakur Isti’daad (Persiapan)

Mempersiapkan diri menuju hari yang lebih baik. Niatkan segala urusan baik yang akan kita lakukan sebagai ibadah. Karena sesungguhnya kita akan sia-sia bila tak mempersiapkan diri menuju hal yang lebih baik dan hidup ini adalah perjalanan singkat menuju kematian yang kapan dan dimana akan segera kita temui. Kematian adalah hal yang tak dapat di hindari dan tahun berganti maka semakin dekat pula jalan kita akan menuju akhir dari menghirup napas di dunia.

3.      Menulis Tujuan Hidup

Tulislah tujuan hidup kita pada sebuah buku yang dapat kita baca setiap waktu agar kita ingat untuk apa kita hidup di dunia ini. Bila sudah di tulis, maka periksalah, apakah sudah selesai semua target hidup yang kita buat di tahun lalu. Kalo belum selesai maka lanjutkan di tahun baru setelah selesai buatlah daftar tujuan hidup lagi. Dengan menulis tujuan hidup sesuai dengan apa yang agama islam ajarkan, insaallah hidup kita tertata rapi. 
4.  
\
           Semangat Berjuangan Tanpa Putus Asa   

Sebagai seorang kaum muslimin, kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi untuk berani hidup dan membela kebenaran. Jangan merasa cepat putus asa karena putus asa hanyalah perbuatan setan. Allah telah menganugrahkan otak untuk kita gunakan sebagai alat pikir. Memikirkan hal positif tentang kehidupan serta semangat juang yang tinggi dapat membuat hidup kita jauh lebih baik.

Semoga empat hal yang saya tulis di atas dapat mengispirasi para pembaca dan bermanfaat bagi hidup kita ke depanya.


By: Vira Zidnyta



Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak se...