Kamis, 17 Oktober 2019

Sekolah Islam Terpadu: PILIHAN UTAMA

Tahun ajaran 2020-2021 masih 9 bulan lagi. Masih tahun depan. Namun orangtua sudah mulai panik, khususnya mereka yang memiliki anak usia masuk sekolah, 4, 6, 12 atau 15 tahun di tahun mendatang. Para orangtua mulai gelisah dan terburu-buru. Mereka berbondong-bondong mendatangi sekolah-sekolah swasta favorit, menggali informasi, bertukar gosip, dan saling membanggakan sekolah sasarannya.

Bagi keluarga SAMARA yang bervisi mewujudkan KELUARGA SURGA (QS 52:21) mereka tetap memperhatikan penjelasan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada riwayat berikut ini,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ.* فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَرَأَيْتَ لَوْ مَاتَ قَبْلَ ذلِكَ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: *اللهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا عَامِلِيْنَ* مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka ibu bapaknya yang menjadikan agamanya yahudi atau nasrani atau majusi. Maka ada orang yang bertanya: Ya Rasulullah, apa pendapat engkau tentang orang yang meninggal sebelum itu? Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: Allah lebih mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan".
(Muttafaq 'alaih)

Hadits ini memerintahkan kepada setiap orang tua untuk bisa menjaga fitrah anaknya (keislaman) anaknya. Jangan sampai berubah menjadi yahudi, nasrani atau majusi. Semoga Allah Ta'ala meneguhkan kita di atas agama ISLAM. Aaaaaamiiiiin.

Sementara Indonesia darurat Narkoba. Survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2017 menunjukkan bahwa terdapat lebih kurang 3.367.000 orang yang menggunakan narkoba. "Narkotika merupakan kejahatan yang dilakukan oleh sebuah sindikat dengan tujuan untuk menghancurkan bangsa Indonesia dengan cara yang konsepsional dan sistematis. Tindakan pembusukan untuk generasi muda." Tidak ada satu pun desa dan SMA di Indonesia yang bersih dari peredaran narkoba.
(https://www.liputan6.com)

Di sisi lain pergaulan bebas juga semakin marak di masyarakat Indonesia. Pergaulan bebas ini identik sekali dengan yang namanya “dugem” ( Dunia Gemerlap ), yang sudah menjadi rahasia umum bahwa didalamnya marak sekali pemakaian Narkoba, pesta miras dan identik sekali dengan sek bebas yang akhirnya berujung pada HIV /AIDS dan setelah terkena Virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi. Berikutnya persoalan bonus demograsi, pengangguran, dan konflik sosial antar kelompok pelajar atau remaja terus menantang kehidupan mereka.

Dalam sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UURI tentang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003)

Ketika orang tua mencari dan memilihkan sekolah terbaik untuk anaknya, maka kembalikan lagi pada pengertian, fungsi dan tujuan utama pendidikan sebagai rujukan utama. Apakah sekolah yang akan kita pilih sebagai tempat belajar anak kita itu sistem pendidikan, kurikulum pendidikan dan pembelajarannya, serta pembiasaan karakter yang dikembangkan memenuhi kriteria berikut:
1. mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan;
2. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (misalnya dalam yang kecil dan sederhana: mandiri dan jujur dalam mengerjakan soal ujian, dll);
3. mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa;
4. mengembangkan kebiasaan kepada peserta didik secara tersistem, terstruktur, dan terukur agar taat beribadah, terbiasa membaca dan menghafalkan Al-Quran, birrul walidain (berbakti kepada orang tua), dan berakhlak mulia;
5. mengembangkan program agar peserta didik menjadi sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab;
6. mempunyai visi dan misi pendidikan yang bagus, budaya sekolah yang tersistem, dan pembinaan karakter guru terstandarisasi, yang pada gilirannya akan turut mempengaruhi pada pengembangan karakter anak;
7. mempunyai kurikulum yang terprogram secara rapi dalam mengembangkan kepemimpinan (leadership) dan kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai upaya persiapan lapangan kerja alternatif di masa depan.
Why ? Mengapa perlu menggunakan 7 kriteria di atas untuk menentukan pilihan lembaga pendidikan bagi anak kita ? Iyeeeessss, benar pendidikan bukan masalah bangunan gedung yang mentereng, megah dan mewah. Pendidikan itu masalah proses, masalah ikhtiar dalam sistem manajemen pendidikan yang diaktualisasikan dalam bentuk kurikulum, program pendidikan dan pembelajaran, serta keteladanan para pendidik atau gurunya. Maka, apabila 7 kriteria tersebut terpenuhi dengan amat sangat baik maka pilihlah 3 – 5 sekolah terbaik untuk didiskusikan dengan keluarga kemudian tentukan 1 sekolah pilihan yang dapat dijadikan mitra utama keluarga dalam pendidikan anak. Karena pilihan sekolah yang tepat akan menjadi bagian dari proses tindakan preventif dan antisipatif dalam membentengi anak dari masalah darurat narkoba maupun pergaulan bebas serta masalah sosial lainnya.
Sekolah Islam Terpadu hadir sebagai sebuah upaya “menghidupkan” kembali kejayaan lembaga pendidikan zaman keemasaan. Menjadikan nilai dan pesan robbaniy ke dalam kurikulum (dalam arti luas) adalah sebuah langkah cerdas dan benar. Dengan keterpaduan nilai imtaq dan iptek, kelak akhirnya Sekolah Islam Terpadu akan melahirkan anak-anak didik (generasi) yang memiliki kekuatan iman, ilmu dan amal yang akan membawa bangsa ini kepada peradaban yang gilang gemilang. Sekolah Islam Terpadu diharapkan akan mampu membina siswa “manusia” sejati, yakni manusia yang “abid” (sebagaimana fungsi penciptaan manusia QS: 51:56) yang berakidah shahihah (berakidah yang benar), ahli ibadah dan berakhlaq karimah juga menggembleng siswa agar siap menjalankan fungsi kekhalifahannya (sebagaimana misi penciptaan manusia QS 2:31) yang menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan, berketeladanan sehingga mampu memimpin, mengelola dan memelihara sendi-sendi kehidupan dalam rangka menghadirkan keunggulan budaya Islam untuk kemaslahatan bagi kehidupan manusia di Indonesia dan dunia.

By : Ustad Toto Sunarsono Atho'illah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak se...