Kamis, 17 Oktober 2019

Keluarga Samara, keluarga syurga
SINERGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAN DI RUMAH

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah atau sering disebut keluarga samara. Apa dan bagaimana keluarga samara itu ? Dalam bahasa Arab, kata sakinah berarti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain. Ketentraman itu merupakan buah dari kebersamaan yang dibangun dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah serta dibina secara istiqomah. Insya Allah keluarga yang dibangun dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah akan mendapat ketenangan dan kedamaian.
Sedangkan mawaddah adalah jenis cinta membara, kasih sayang yang menggebu-gebu pada lawan jenis atas dasar iman. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang. Tentu saja rumah tangga tidak bisa hanya dibangun oelh cinta saja, tidak bisa kokoh hanya karena nafsu saja, melainkan harus dibarengi oleh komitmen untuk membangun kebersamaan.

Kita menikah dengan komitment bahwa pernikahan ini dibangun untuk selamanya, bukan hanya sesaat saja, tapi merupakan pernikahan yang pertama dan terakhir. Agar mahligai rumah tangga bisa terwujud dengan kokoh dan kuat, maka harus dibarengi oleh kasih sayang antara suami istri. Kasih sayang itu harus datang dari kedua belah pihak, suami dan istri. Kasih sayang inilah yang disebut dengan ROHMAH (wa-rohmah)
Wa-rahmah, diantara arti dari Rohmah itu adalah kasih sayang, karunia, anugrah. Rahmah ini merupakan satu diantara sifat Allah SWT yang senantiasa memberikan kasih dan sayang kepada hambanya. Dengan RAHMAH inilah kita berharap kehidupan rumah tangga selalu memancarkan kasih sayang dan kelembutan, kebersamaan, saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, berkorban untuk pasangan, merasa bangga akan apa yang ada pada pasangan masing-masing. Kasih sayang ke dua insan yang dipadukan dalam pernikahan akan lebih bertaut manakala pernikahan itu diawali oleh niat beribadah mencari keridloan Allah SWT serta dilandasi oleh keimanan kepadaNya.

Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah (Samara) insya Allah akan terwujud manakala keluarga tersebut dibangun atas landasan iman (lihat QS 48: 4). Bahkan keluarga yang dibangun atas dasar iman inilah kelak, insya Allah akan menjadi keluarga syurga. Sebagaimana firman Allah:
{وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ }
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (di syurga), dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya (QS 52:21).

Syarat keluarga samara yang akan menjadi keluarga syurga adalah keluarga yang jalinan cinta dan kasih sayangya itu dapat menyuburkan tumbuh kembangnya iman dan amal shalih anggota keluarga. Itu artinya bahwa dalam keluarga itu ada fungsi pendidikan sebagaimana keluarga Luqman yang diabadikan Allah dalam Al-Quran Surat Luqman ayat 12 – 19.

Pendidikan keluarga yang mengembangkan kompetensi dasar diantaranya adalah: a) terbiasa bersyukur atas apapun taqdir Allah kepadanya, b) tumbuhnya nilai-nilai tauhid, c) pembiasaan sikap dan perilaku birrul walidain (taat dan patuh kepada orang tua dalam kebajikan), d) penanaman sikap dan pembiasaan muraqabatullah (merasa selalu diawasi Allah), e) pembiasaan menegakkan shalat, mengajak kepada kebajikan dan meninggalkan maksiyat, f) penanaman sikap dan pembiasaan perilaku tawadhu’, rendah hati, sopan, dan santun.
Prinsip pendidikan keluarga tersebut dilaksanakan secara tersistem dan terukur dalam suasana kekeluargaan yang disiplin dan tegas menggunakan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai standar (QS 66:6, 2:185). Sementara Ayah sebagai kepala keluarga terus mengkondisikan anggota keluarganya terus belajar mencari ilmu kepada para alim ulama yang hanif dan istiqamah. Sedangkan Ibu dengan cinta da kasih sayangnya selalu menumbuhkan kebiasaan putra dan putrinya untuk mengerjakan kebajikan.
Keluarga ini bekerjasama secara sinergis dengan pihak sekolah dimana putra dan putrinya mencari ilmu dan mengembangkan kualitas diri di lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan yang dapat menjadi taman orang-orang shalih, baik di sekolah maupun di rumah.

Begitulah NURIS SMART SCHOOL
Unit SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG mengembangkan program parenting sebagai bentuk sinergi programmpendidikan di sekolah dan di rumah.
Semoga !

By : Ustad Toto Sunarsono Atho'illah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak se...