Rabu, 25 September 2019

Hari Esok Atau Hari Ini?


Hari esok masih bersifat ghaib karena kita sebagai manusia tidak mempunyai kemampuan untuk melihat hari esok. Kita hanya bisa merencanakan tentang hari esok, melakukan hal yang akan kita lakukan namun itu semua belum tentu terjadi keesokan harinya. Maka dari itu kita harus lebih fokus dengan hari ini karena hari ini sedang kita jalani. Ibarat jal tol, kita masih melintas di kilometer empat puluh lima dan fokus dengan jalanan di depan, bukan memikirkan tentang hutan belantara yang belum kita lewati. Apalagi sampai berpikir tidak - tidak. Itu hanyalah pemikiran yang merugi karena saking fokusnya dengan pemikiran tentang hutan belantara, kita jadi lalai dengan kondisi jalan tol di kilometer yang kita lewati, itu dapat menyebabkan kecelakaan.

Maka dari itu, kita harus lebih fokus dengan hari ini karena bila kita dapat menjalani hari ini dengan baik, insyallah akan ada motivasi dari dalam diri agar hari esok jauh lebih baik. Orang yang selalu fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan dan lakukan akan memperoleh hasil yang lebih baik daripada orang yang mengerjakan hal tersebut secara asal - asalan dan malas - malasan.

Hari esok tidak terlihat, tidak tercium, tidak berwarna dan tidak pula indah ataupun buruk. Karena hari esok belum tentu hadir, belum tentu esok masih ada. Lantas, kenapa kita masih memikirkan hari esok? Bukankah di paragraf sebelumnya saya sudah menyinggung agar kita tak terlalu menyibukkan diri dan pikiran untuk memikirkan suatu hal yang belum hadir.

Bilamana esok tidak hadir ataupun tidak sesuai dengan harapan, apa yang akan kita lakukan? Mungkin kita akan kecewa atau bahkan tak ada waktu untuk merasa kecewa karena napas telah berhenti.

Jika Anda terus berkhayal tentang hari esok dan fokus pada hari esok, maka hari ini Anda tak mendapat kebaikan apapun. Baik kebaikan rohani dan jasmani. Hanya akan merusak kinerja otak dan tubuh. Jangan sampai Anda terperdaya oleh bujuk rayu pendidikan syaitan. Karena syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. (Al-Baqarah : 268) 

Tinggalkan hari esok sampai ia datang menjemput Anda. Fokuslah pada hari ini. Jangan sampai napas kita terhenti percuma dan kita tidak melakukan ibadah apapun.



By : Virazidnyta

Selasa, 24 September 2019

Beraktivitaslah!

Orang yang tak melakukan aktivitas apapun hanyalah seorang pecundang dan pembual. Otak mereka terlalu sempit. Mereka tidak lebih dari seorang yang menghabiskan waktunya untuk berleha - leha dan tinggal bersama orang yang tertinggal dari peradaban. Karena mereka tidak menggunakan otaknya untuk berpikir kritis, maka dari itu otak mereka hanya dipergunakan untuk memikirkan hal - hal yang tidak penting (ngalor ndigul tidak jelas) sebuah pemikiran khayalan yang menjurus ke hal negatif. Bilamana itu sebuah hayalan hidup makmur di masa depan, itu hanya tetap bersifat fiktif karena orang seperti itu tetap tak melakukan apapun.

Waktu sengang tanpa aktivitas juga hanya akan membuat otak anda melantur tidak jelas. Menyelami masa lampau yang sulit dan menyeramkan, hal itu dapat membuat sesak dada dan diri Anda tenggelam dalam kubangan lumpur hisap masa lalu. Itu membuat Anda merasa sangat kacau dan sedih berkelanjutan. Pikiran juga akan membayangkan masa sekarang yang tak terjadi di dunia nyata, semua itu hanya akan membuat Anda semakin malas untuk beraktivitas karena hanya dengan mengkhayal, sudah bisa merasa lebih baik untuk mengatasi hidup yang pelik. Padahal, sesungguhnya, itu semua hanyalah tipu daya setan agar manusia malas beraktivitas dan berpikir positif. Kemudian pikiran Anda juga akan berkelana ke masa depan, masa dimana itu belum terjadi dan Anda merasa yakin bila itu semua akan terwujud di masa depan. Tapi sekali lagi, Anda tak melakukan aktivitas apapun.

Mari kita beraktivitas yang mendatangkan manfaat positif bagi diri kita. Sebuah aktivitas yang dapat memberikan dampak luar biasa baik bagi agama dan kehidupan kita. Bahkan kita bisa menjadi pribadi produktif yang bisa mendatangkan banyak rezeki dalam hidup kita. Bila kita malas, tak melakukan aktivitas apapun, maka rezeki juga tak akan datang menghampiri hidup kita. Hidup kita akan begini - begini saja, tanpa perubahan apapun. Maka dari itu, sekali lagi kita harus memaksa diri untuk beraktivitas agar otak kita tidak mati, bila otak kita sudah mati, maka hidup kita akan jalan di tempat dan kita tetap berada di zona tertinggal yang berada di pinggiran, tak terjamah, bahkan tak terlihat. Artinya, kita tak akan dianggap ada, meski kita ada dan masih bernapas.

Para pakar mengatakan bahwa lima puluh persen kebahagiaan hilang karena tidak pandai menggunakan waktu. Coba lihat para pengamen, tukang batu, penjual sayur dan tukang parkir. Mereka bisa bersenandung ria meski pekerjaan mereka berat dan penghasilan mereka sering diremehkan dan status sosial mereka selalu direndahkan. Tapi mereka bisa hidup dengan riang karena mereka beraktivitas, tidak seperti Anda yang hanya duduk santai tanpa melakukan aktivitas apapun dan air mata turun dari pelupuk mata Anda karena meratapi hidup Anda yang itu - itu saja.

Bangkit dan beraktivitaslah, jangan malas sambil minum kopi dan bermain gawai. Bermain gawai tanpa manfaat dan hanya berselancar di akun gosip, bermain gim dan bertukar pesan dengan kawan yang sebenarnya isi dari pesan itu hanya bersifat negatif. Percuma Anda bernapas bila malas tanpa aktivitas.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang bermalas - malasan tanpa aktivitas. Tapi Anda harus ingat, lakukan aktivitas yang positif bukan aktivitas negatif. []


By : Vira Zidnyta Ilma

Selasa, 03 September 2019

CARA MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIYAH


CARA MEMAKNAI TAHUN BARU HIJRIYAH

Matahari terbit dan tenggelam, waktu terus berlalu sampai matahari terbit dari ufuk barat. Tahun cepat berlalu dan kita sudah memasuki tahun 1441 Hijriyah, lantas sikap apa yang dapat kita lakukan untuk menyikapi tahun baru Hijriyah ini?
Biasanya bagi bseorang mukmin akan merenung ketika tahun baru tiba karena banyak hal dan kejadian yang telah di lalui dan akan di lalui. Entah itu melakukan dosa yang disengaja atau dosa yang tak disengaja dan berharap jika perbuatan baik yang selalu di lakukan. Namun manusia terkadang tak sadar dengan apa yang telah di perbuat.
Berikut ada beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika menyambut tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam.
1.      
      Thafakur Hisab (Intropeksi)

Kita harus melakukan intropeksi diri karena manusia jarang sekali melakukan intropeksi pada dirinya sendiri dan kebanyakan suka mengkoreksi hidup saudaranya (orang lain ). Dalam momen tahun baru, kita bisa intropeksi diri dengan cara bercermin, mencari tentang kesalahan dan langakah selanjutnya untuk hidup lebih baik lagi. Tak hanya di tahun baru saja kita melakukan intropeksi diri, melainkan setiap hari agar hidup kita tak sia-sia dan terlalu ikut campur urusan orang dan mengganggu orang itu. Lebih baik mengurus hidup diri sendiri.

2.     Thafakur Isti’daad (Persiapan)

Mempersiapkan diri menuju hari yang lebih baik. Niatkan segala urusan baik yang akan kita lakukan sebagai ibadah. Karena sesungguhnya kita akan sia-sia bila tak mempersiapkan diri menuju hal yang lebih baik dan hidup ini adalah perjalanan singkat menuju kematian yang kapan dan dimana akan segera kita temui. Kematian adalah hal yang tak dapat di hindari dan tahun berganti maka semakin dekat pula jalan kita akan menuju akhir dari menghirup napas di dunia.

3.      Menulis Tujuan Hidup

Tulislah tujuan hidup kita pada sebuah buku yang dapat kita baca setiap waktu agar kita ingat untuk apa kita hidup di dunia ini. Bila sudah di tulis, maka periksalah, apakah sudah selesai semua target hidup yang kita buat di tahun lalu. Kalo belum selesai maka lanjutkan di tahun baru setelah selesai buatlah daftar tujuan hidup lagi. Dengan menulis tujuan hidup sesuai dengan apa yang agama islam ajarkan, insaallah hidup kita tertata rapi. 
4.  
\
           Semangat Berjuangan Tanpa Putus Asa   

Sebagai seorang kaum muslimin, kita harus mempunyai semangat juang yang tinggi untuk berani hidup dan membela kebenaran. Jangan merasa cepat putus asa karena putus asa hanyalah perbuatan setan. Allah telah menganugrahkan otak untuk kita gunakan sebagai alat pikir. Memikirkan hal positif tentang kehidupan serta semangat juang yang tinggi dapat membuat hidup kita jauh lebih baik.

Semoga empat hal yang saya tulis di atas dapat mengispirasi para pembaca dan bermanfaat bagi hidup kita ke depanya.


By: Vira Zidnyta



HIJRAH.
By : Erly Ngastiyowati,SE

HIJRAH dalah meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat.
Hal inilah yang membuat hijrah dapat memiliki beragam makna yang berbeda. Makna kata hijrah dapat dilihat dari pemaknaan umum, atau pun pemaknaan khusus sesuai konteks.
Secara garis besar hijrah terdiri dari dua macam yaitu:
1. Hijrah MAKANIYAH
Hijrah Makaniyah yaitu meninggalkan suatu tempat. Seperti yang dilakukan Rasulullah beserta sahabat dari Mekah ke Madinah.
2. Hijrah MAKNAWIYAH
Kitabul Iman, Bab 4 Hadis No 10) Hijrah Maknawiyah dibedakan menjadi empat macam yaitu:
a. Hijrah I’tiqadiyah
Yaitu hijrah keyakinan.Iman mengalami proses naik dan turun, kuat dan lemah. Terkadang Iman bercampur dengan kemusyrikan dan terkadang Iman berada dalam kemurnian. Maka hijrah kenyakinan mesti dilakukan bila kenyakinan berada di tepi jurang kekufuran dan kemusyrikan.
b. Hijrah Fikriyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran. Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia tanpa batas. Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi bisa diperoleh di dunia maya dengan mudah. Maka hijrah fikriyah mesti dilakukan dalam rangkan meninggalkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
c. Hijrah Syu’uriyyah
Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan dan kesukaan. Diri manusia sering terpengaruhi oleh kesenangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Mereka lupa akan kewajiban-kewajiban yang diperintah oleh Allah dan Rasulnya. Maka Hijrah Syu’uriyyah mesti dilakukan ketika hati manusia cenderung kepada kesenangan yang tidak sesuai Islam.
d. Hijrah Sulukiyyah.
Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut juag akhlaq. Akhlak mengalami perubahan berdasarkan perubahan nilai yang ada di masyarakat. Perubahan nilai dapat menggeser akhlaqul karimah ke arah akhlaqul sayyi’ah.
Perintah berhijrah ada di Al. Qur'an :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(QS:Al-Baqarah Ayat 218)
Tentunya berhijrah itu membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan. Setiap orang pasti mempunyai kisah dan cerita perjalanan hijrahnya masing-masing.
Saya juga mempunyai kisah dan cerita tentang hijrah memulai mengenal ajaran Islam dengan baik dan benar banyak tantangannya dan itu tidak mudah. Saya memulai hijrah sekitar tahun 1993 dengan berhijab (berjilbab) sesuai syari'atnya yaitu berjilbab lebar dan selalu berkaos kaki itu banyak tantangannya karena hampir keluarga dan saudara tidak mendukung. Kekuatirannya kalau saya berhijab seperti itu nanti akan susah dapat jodoh dan kerjaan. Kemudian ketika saya mau menikah itupun juga banyak hambatannya, mulai cara proses dan acara menikah ditentang habis-habisan oleh orang tua dan saudara dianggap aneh.
Jangan heran kalau kita berjalan di jalan Allah sesuai syari'atnya dianggap aneh, maka berbahagialah kita dianggap aneh...😀
Mari kita merenungi bersama, hijrah maknawiyah kita sampai dimana.?
Mari kita terus berhijrah agar menjadi hamba yang lebih baik lagi sehingga menjadi insan yang kamil.

Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak se...