Selasa, 03 September 2019

HIJRAH.
By : Erly Ngastiyowati,SE

HIJRAH dalah meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat.
Hal inilah yang membuat hijrah dapat memiliki beragam makna yang berbeda. Makna kata hijrah dapat dilihat dari pemaknaan umum, atau pun pemaknaan khusus sesuai konteks.
Secara garis besar hijrah terdiri dari dua macam yaitu:
1. Hijrah MAKANIYAH
Hijrah Makaniyah yaitu meninggalkan suatu tempat. Seperti yang dilakukan Rasulullah beserta sahabat dari Mekah ke Madinah.
2. Hijrah MAKNAWIYAH
Kitabul Iman, Bab 4 Hadis No 10) Hijrah Maknawiyah dibedakan menjadi empat macam yaitu:
a. Hijrah I’tiqadiyah
Yaitu hijrah keyakinan.Iman mengalami proses naik dan turun, kuat dan lemah. Terkadang Iman bercampur dengan kemusyrikan dan terkadang Iman berada dalam kemurnian. Maka hijrah kenyakinan mesti dilakukan bila kenyakinan berada di tepi jurang kekufuran dan kemusyrikan.
b. Hijrah Fikriyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari kata fiqrun yang artinya pemikiran. Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia tanpa batas. Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi bisa diperoleh di dunia maya dengan mudah. Maka hijrah fikriyah mesti dilakukan dalam rangkan meninggalkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
c. Hijrah Syu’uriyyah
Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan dan kesukaan. Diri manusia sering terpengaruhi oleh kesenangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Mereka lupa akan kewajiban-kewajiban yang diperintah oleh Allah dan Rasulnya. Maka Hijrah Syu’uriyyah mesti dilakukan ketika hati manusia cenderung kepada kesenangan yang tidak sesuai Islam.
d. Hijrah Sulukiyyah.
Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian atau biasa disebut juag akhlaq. Akhlak mengalami perubahan berdasarkan perubahan nilai yang ada di masyarakat. Perubahan nilai dapat menggeser akhlaqul karimah ke arah akhlaqul sayyi’ah.
Perintah berhijrah ada di Al. Qur'an :
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(QS:Al-Baqarah Ayat 218)
Tentunya berhijrah itu membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan. Setiap orang pasti mempunyai kisah dan cerita perjalanan hijrahnya masing-masing.
Saya juga mempunyai kisah dan cerita tentang hijrah memulai mengenal ajaran Islam dengan baik dan benar banyak tantangannya dan itu tidak mudah. Saya memulai hijrah sekitar tahun 1993 dengan berhijab (berjilbab) sesuai syari'atnya yaitu berjilbab lebar dan selalu berkaos kaki itu banyak tantangannya karena hampir keluarga dan saudara tidak mendukung. Kekuatirannya kalau saya berhijab seperti itu nanti akan susah dapat jodoh dan kerjaan. Kemudian ketika saya mau menikah itupun juga banyak hambatannya, mulai cara proses dan acara menikah ditentang habis-habisan oleh orang tua dan saudara dianggap aneh.
Jangan heran kalau kita berjalan di jalan Allah sesuai syari'atnya dianggap aneh, maka berbahagialah kita dianggap aneh...😀
Mari kita merenungi bersama, hijrah maknawiyah kita sampai dimana.?
Mari kita terus berhijrah agar menjadi hamba yang lebih baik lagi sehingga menjadi insan yang kamil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hari Lingkungan Hidup Nasional 2021

Hari Lingkungan Hidup Nasional Dalam memperingati hari lingkungan hidup nasional, kita bisa mengajarkan beberapa hal ini kepada anak-anak se...